Kamis, 04 Juli 2013

"ARTIKEL PENDIDIKAN PAUD"

PAUD Menyongsong Kualitas Anak Masa Depan
Pada Undang-Undang Khusus yang mengatur tentang anak yaitu dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 53 ayat (1): Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cuma-cuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu, anak telantar, dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil. Implikasi undang-undang itu adalah anak dari keluarga tidak mampu akan mendapatkan biaya pendidikan secara cuma-cuma dari pemerintah. Permasalahannya, bagaimana pemerintah menyosialisasikan dan membuat masyarakat mudah mengaksesnya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang digalakkan di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Pendidikan anak memang harus dimulai sejak dini, agar anak bisa mengembangkan potensinya secara optimal. Anak-anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin, dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu pengetahuan secara optimal. Itulah yang saya alami sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah atau sekolah yang setara dengan sekolah dasar di ujung UTara Kabupaten Magelang karena kebetulan saya mengampu kelas satu.Siswa yang sebelumnya memperoleh PAUD akan sangat berbeda dengan siswa yang sama sekali tidak tersentuh PAUD baik informal maupun nonformal. Ibarat jalan masuk menuju pendidikan dasar, PAUD memuluskan jalan itu sehingga anak menjadi lebih mandiri, lebih disiplin, dan lebih mudah mengembangkan kecerdasan majemuk anak. Fenomena yang terjadi di Kabupaten Magelang mulai tahun ajaran baru 2007-2008 pemerintah memperbolehkan anak masuk SD tanpa melalui TK. Anjuran tersebut harus dipertimbangkan lagi jika pemerintah ingin menyukseskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Dari hasil observasi di beberapa MI dan SD, tingkat drop out siswa SD yang tidak melalui TK lebih tinggi daripada siswa yang melalui TK. Pemerintah harus memikirkan akibat yang ditimbulkan. Kesenjangan pasti terjadi. Pemerintah harus lebih tanggap pada fenomena tersebut, karena dengan memperbolehkan anak masuk SD tanpa melalui TK berarti telah mengabaikan suatu pendidikan di usia dini yang paling dasar bagi anak. Konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam. Kebijakan pemerintah kabupaten akan ikut menentukan nasib anak serta kualitas anak di masa depan. Masa depan yang berkualitas tidak datang dengan tiba-tiba, oleh karena itu lewat PAUD kita pasang pondasi yang kuat agar di kemudian hari anak bisa berdiri kokoh dan menjadi sosok manusia yang berkualitas. Di samping pemerintah, masyarakat adalah komunitas yang sangat berperan untuk mengembangkan PAUD. Jika kendalanya masalah biaya, masyarakat dalam hal ini lembaga penyelenggara PAUD bisa menyiasatinya dengan mereduksi biaya melalui kreativitas membuat alat peraga sendiri, menghilangkan kewajiban seragam, serta memenuhi gizi anak-anak PAUD melalui program pemerintah. Alternatif lain PAUD bisa diselenggarakan oleh kelompok perempuan di masyarakat, dengan membekali diri melalui pelatihan PAUD (banyak organisasi/LSM yang bersedia mmeberikan pelatihan cuma-cuma). Mereka bisa bergantian menjadi pendamping anak-anak pada PAUD. Tentu saja untuk menerapkan ide ini diperlukan inisiasi pemerintah untuk menyosialisasikan serta memberdayakan masyarakat terutama di daerah terpencil. PAUD nonformal khusus seperti Taman Pendidikan Alquran juga bisa diintegrasikan dengan PAUD umum yang bertujuan mengoptimalkan pengembangan kecerdasan majemuk anak. Kita bisa memulainya dari mana saja terutama dari diri kita masing-masing. Berikanlah yang terbaik buat anak untuk menyongsong masa depannya, masa depan anak Indonesia yang cemerlang.

" LAGU ANAK- ANAK "

SATU  - SATU
satu-satu aku sayang ALLAH
dua-dua sayang RASULLULAH
tiga-tiga sayang ayah bunda
satu dua tiga jalan masuk surga

DISINI SENANG
disini senang
disana senang
dimana-mana hatiku senang
alhamdulillah
alhamdullilah
dimana-mana hatiku senang
la.. laa.. laa.la.. la.. laaa

BANGUN TIDUR
tiap hari aku bangun tidur
melipat selimut dengan rapi
terus mandi dan gosok gigi
shalat subuh tak lupa lagi

SANTRI KECIL(lagu bintang kecil)
santri kecil di masjid yang indah
bawa qur'an dan bawa sajadah
rajin ngaji dan rajin ibadah
pakai peci dan busana muslimah

ILALL LIQO(lagu sayonara)
 ilall liqo ilall liqo
sampai berjumpa lagi
buat apa susah 2x
main bersama amatlah senang
buat apa susah 2x
main bersama amat lah senang

TOPI SAYA BUNDAR
Topi saya bundar
Bundar topi saya
Kalau tidak bundar
Bukan topi saya



BEBEK
Bebek bebek kecil
Berenang renang dipinggir kali
Kwek kwek kwek kwek kwek kwek
Suaranya bersahut sahutan



TEPUK TANGAN
Tepuk tangan prok..prok..prok…
Silang kiri dan kanan
Tepuk tangan prok..prok..prok..
Kiri kanan serentak
Prok..prok..prok…prok..prok..prok..
Prok..prok..prok…prok..prok..
Prok.. prok..prok..prok..prok..prok..
Bersuka ria


 KELINCIKU
Kelinciku kelinciku
Kau manis sekali
Melompat kian kemari
Sepanjang hari
Aku ingin menemani
Sepulang sekolah
Bersamamu lagi menari nari 2 x



Bintang Kecil
Bintang kecil dilangit yang tinggi
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
Jauh tinggi ketempat kau berada

Proses Belajar Mengajar anak usia dini